Jumat, 23 September 2011

“Here I am” (Komitmen)

SBS Knowledge Management
4 Kunci Sukses Genius Part 2

A Winner makes commitments; A Loser makes promises. (Anonim)
Selanjutnya kami membicarakan kembali mengenai kunci kesuksesan berikutnya, yang membuat seseorang menggapai kesuksesannya setelah seseorang itu memiliki prinsip yang kuat.

Karena prinsip membutuhkan penjagaan, supaya tetap langgeng dan tidak menjadi hilang. Seperti yang kita ketahui dipembahasan di kunci sukses 1 yang lalu, ketika prinsip telah hilang, maka orang itu tidak akan dimana-mana dan tidak akan kemana-mana.

Setelah kami diskusikan kunci sukses berikutnya adalah hal yang harus dilakukan setelah kita membuat prinsip adalah menjaganya dengan suatu sikap yang dinamai dengan komitmen.

Prinsip akan menjadi lemah atau kabur ketika komitmen belum kita buat dan kita jalankan sepenuhnya. Walau kita mengetahui dan memahami pentingnya prinsip itu, namun jika kita hanya bisa berjanji dengan komitmen yang lemah, prinsip itu akan mudah bergeser atau menjadi kabur.


Seorang pemuda dan pemudi yang akan menikah tentunya memahami prinsip pernikahan yaitu, sakinah (menenangkan), mawaddah (cinta yang sangat), dan warrahmah (kasihsayang).

Tapi jika pemuda dan pemudi tadi tidak membuat komitmen untuk menjaga prinsip-prinsip pernikahan tersebut, maka sangat memungkinkan akan terjadi perceraian dirumahtangganya.

Begitupula seorang yang mengaku ber-Iman yang memiliki prinsip syahadatainbelumlah bisa dikatakan orang yang benar-benar beriman sebelum ia menunjukkan komitmennya dalam sikap dan prilaku yang nyata.

Seperti yang Allah SWT. Firmankan dalam surat al-Hujurat ayat 15 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar”.
Itu adalah salahsatu komitmen seorang yang beriman sejati. Adalah dengan membuktikan prinsipnya dengan komitmen yang sesuai dengan diminta oleh robbnya, Allah SWT.

Dalam hal komitmen, salah seorang motivator  ternama di Indonesia, Andre wongso mengatakan Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.

Orang yang membuat komitmen senantiasa bersedia memikul resiko dan konsekuensi dengan senang hati dan bersyukur selalu. Karenanya ia akan menjadi peenang sejati dalam semua bidangnya.

Memang tidaklah mudah untuk berkomitmen dalam rangka mempertahankan prinsip, karena harus melakukan perjuangan yang besar. Dengan resiko kegagalan yang mungkin tidak sedikit akan kita lalui.

Andre Wongso juga berkomentar mengenai ini, “Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya”
Bagaimana mempertahankan komitmen adalah sebenarnya sejauh mana kita memiliki pemahaman dan wawasan yang bersifat dinamis mengenai apa saja yang kita komitmenkan.

Kita membutuhkan banyak ilmu yang senantasa bertambah untuk memperbaharui dan memperkuat komitmen yang telah kita buat. Karena kita akan mudah kecewa dan beralih pada yang lain yang belum tentu baik dari yang sebelumnya, karena ilmu yang menopang komitmen kita belum cukup.

Sekilas kami bahas kenapa banyak umat Islam yang kurang sukses dalam ber-Islamnya. seperti yang saya temui tidak semua orang Islam melaksanakan shalat, zakat, puasa, dan naik haji sebagai bukti komitmennya.belumlah lagi hal-hal yang lainnya.

Dan sekilas kami membahas penyebab orang keluar dari Sang Bintang School (SBS), padahal dia adalah orang yang paham dan setuju visi Indonesia Jenius dan memahami misi teaching by heart learning by mind, bahkan dia telah pernah berkomitmen bersama dengan melakukan semua tugasnya.

Namun mengapa seseorang itu mengundurkan diri dari SBS? salahsatu analisa saya adalah, dia belum memperbaharui komitmennya dengan menambah ilmunya dan wawasannya yang memperkuat komitmen itu.

Dalam pembahasan ini saya hanya ingin menyampaikan seperti yang dikatakan Andre Wongso mengenai komitmen “commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;