#SBS Knowledge Management Genius School Project By. Ridho Hudayana “If u give a man a fish, you feed him a day. If you teach him...
#SBS Knowledge Management
Genius School Project
By. Ridho Hudayana
“If u give a man a fish, you feed him a day. If you teach him how to fish, you feed him whole day”.
Preface
Seperti biasa, sebelum RAPIMNAS SBS Di Malang dimulai, saya dan tim membuka sebelum memasuki agenda RAPIMNAS, kami asyik mendiskusikan tentang duania pendidikan Islam yang cukup menjamur disetiap tempat, yaitu Pesantren dan Sekolah Islam Terpadu dari jenjang TK-SMA.
Mr. Yunsirno, yang akrab kami panggil bang Yun, memberikan pertanyaan kunci memulai diskusi seru kami pada pagi hari itu. Pertanyaan bang Yun cukup simpel, beliau menanyakan mengapa sekolah-sekolah Islam yang banyak itu masih belum bisa menyaingi sekolah-sekolah di luar negeri dan dalam negeri yang non Islam.
Kami secara bergantian menjawab, jawaban demi jawaban kami diskusikan dan bang yun yang menjadi jurinya dengan memberikan nilai dari jawaban kami sebagai indikator hampir benarnya jawaban dari pertanyaan yang diberikan bang Yun.
Dari jawaban kami yang selalu kami lontarkan, masih belum mendapat nilai 90, dengan kata lain masih belum mendekati kebenaran dari pertanyan bang yun mengenai pertanyaan itu. Hampir 30 menit kami menumpahkan jawaban-jawaban untuk pertanyaan yang cukup sederhana itu.
Diskusi semakin menarik, ketika bang yun bilang kelemahan itu tidak dilakukan Sang Bintang School (SBS) dan sebaliknya SBS sekarang melakukan hal-hal yang menangkal kelemahan itu, kami mulai menganalisa lebih kritis lagi dengan clue yang diberi oleh sang direktur.
Dari jawaban kami yang makro seperti pendidikan Islam yang kalah saing itu karena tidak bersatu, kurang kepemimpinan, dan tidak menjaga kualitas. Sampai jawaban yang mikro kami lontarkanpun tidak berhasil menjawab 100% benar.
Setelah 30-40 menit kami berdiskusi, akhirnya dijawab juga oleh bang Yun. Jawaban bang Yun dinilai cukup simpel untuk dipahami.
Jawabannya hanya karena lembaga-lembaga Islam cenderung tidak memperbanyak atau menyebarluaskan sistem pendidikannya ke seluruh Indonesia dan jika ada lembaga pendidikan Islam di beberapa daerah, mereka kurang menjaga sistem-sistemnya yang tengah berjalan di semua cabangnya dengan menjaga Standar kualitas dan Standard Of Prosedure.
Belumlah lagi mereka belumsiap untuk bersaing di kampus-kampus Internasional. Dengan standar-standar keilmuan yang lebih Global.
Karenanya menurut Anis Matta untuk menciptakan Peradaban Besar yang identik dengan dipenuhi orang-orang yang senang belajar adalah, salah satunya dibutuhkan perubahan cara berfikir yang lebih besar dan mental yang kokoh ddisertai dengan karakter yang baik.
Dari diskusi diatas dan beberapa diskusi sebelumnya bersama sang Direktur, membuat saya menguraikan kembali lebih dalam mengapa kemudian, lembaga pendidikan di Indonesia belum bisa membentuk peradaban dan unggul rata-rata di dunia global.
to be continue...