Jumat, 04 November 2011

Orang Besar= Hidup dengan orang Besar+Menantang Orang Besar


By. Ridho Hudayana

“Alasan kenapa orang menjadi mulia dan besar, karena orang itu berfikir dan melakukan hal-hal yang besar dan mulia. juga karena mereka bergaul dengan orang mulia dan besar+memiliki musuh besar dan berprilaku hina dina!” By. Ridho Hudayana

Setelah ngantor di SBS Pontianak yang terletak di jalan Sulawesi no 57. Lebih tepatnya setelah memberikan kuliah di Sang Bintang School Institute (SBI) yang mahasiswanya adalah para Instruktur klub Jenius.

Sembari memberikan materi mind setting ala Harvard “why, what, dan how” yang saya kaitkan dengan bagaimana melakukan marketing berkelas dunia dan menjadi Instruktur kelas dunia. Supaya mendekatkan pemahaman tentang mind setting Harvard itu. Ya taklain dan tak bukan menjadikan mereka semua orang besar.

Setelahnya seperti yang saya jadwal untuk bertemu seorang “abang” untuk diskusi tentang best practice nya. Beliau adalah pembisnis sekaligus Trainer dan outbonder  yang mungkin lebih dari 1000 jam training yang dilakukannya. “abang ” saya ini bernama Hamdani, walaupun beliau sudah menkah tapi orang yang akrab saya pangil bang ham ini adalah pemuda yang skillful, pembelajar cepat, sederhana dan Disiplin.

Saya memang sering berdiskusi dengan beliau ketika saya berada di Pontianak. dan saya juga pernah beberapa kali bekerja bersama beliau untuk training-training. Diskusi yang biasa kita diskusikan banyak tema, dari human capacity, psychology, sampai kemaren kita berdiskusi tentang Orang Besar.


Orang Besar; Orang Terbaik dan Orang Terburuk
Orang akan mudah mengenali siapa anda adalah dari reputasi anda. Namun mungkin mereka akan mudah melupakan anda jika anda bukanlah orang yang terbaik reputasinya dan selalu menginspirasi semua orang disekitar anda.
Misalkan anak yang selalu juara 1 dikelas pasti akan diingat oleh guru, apalagi dia adalah pemimpin organisasi di sekolahnya, kemudian dia rajin membantu guru-gurunya. Pastilah anak itu akan selalu dan selalu diingat, walaupun sudah tak ada lagi disekolah itu.

Sosok yang berabad-abad lalu dikenal dan dipatuhi semua yang diajarkannya pada zamannya, dan sampai hari inipun ajarannya senantiasa dipatuhi dan digiatkan oeh semua umatnya. Beliaulah nabi Muhammad saw. yang usianya hanya 63 tahun namun usianya memiliki makna dan pengaruh hingga ber-abad-abad lamanya oleh umat Islam.

Itulah kira-kira salah satu isi dari calon buku bang Ham yang bertemakan sekali berarti, baru mati! Semangat bang Ham!
Dan satu orang lagi yang pastinya akan diingat oleh banyak orang sepanjang masa adalah orang yang paling buruk reputasinya, orang yang paling meresahkan dan membuat orang trauma pada dirinya.  Dan jika ia tidak ada dia, betapa leganya orang disekitarnya.

Kembali kita perhatikan rata-rata disekolah, selain orang yang terbaik yang akan selalu diingat, yang akan diingat selalu oleh guru dan siswa-siswa lainnya adalah orang yang terburuk peringkat kelasnya. Apalagi kalau ditambah dengan prilku mencuri, nyontek, berkelahi, dan prilaku yang membuat orang sekitarnya trauma.

Seperti fir’aun yang sepanjang masa akan selalu dikenang akan kejahatan dan semua keburukan yang ada pada dirinya yang begitu melekat dalam benak orang yang mendengar nama Fir’aun. Ini adalah prestasi besarnya dalam kejahatan.
Begitu juga dalam kehidupan kita juga akan mendapati orang yang terburuk kita temui dan “me-raja” dalam benak kita. Sehingga ketika ditanya siapa orang yang terbaik anda kenal? Anda akan langsung menjawab orang-orang yang anda kenal baik. Begitu juga ketika anda ditanya siapa orang yang terburuk dan anda tentu menjawab orang-orang yang anda trauma dengan sosoknya, atau orang-orang yang memiliki kesan buruk bagi anda.

Sehingga dalam sejarah hidup manusia, tidak ada yang bisa diingat dari orang yang “biasa-biasa” saja yang orang itu bukanlah yang terburuk atau yang terbaik. Bagaimana dengan anda? Terbaik atau terburuk?

Orang Besar Dulu Hidup Dengan Orang Besar
Dari setelah magrib saya berdiskusi dengan bangham terkait dengan masing-masing lembaga yang kita miliki dan bagaimana memanage nya untuk menjadi lebih besar.

Sampai kumandang sholat Isya memanggil kami berdua untuk sholat Isya. Di perjalaan kami ke masji kami membincang tentang bagaimana orang besar menggapai kebesaran hidupnya, yang sebelumnya mereka juga manusia biasa.

Bang Ham membuka pembicaraannya dengan mengutip dari seorang ustadz  Harjani Hefni yang menulis buku 7 Islamic Habits. Bang ham mengutip tentang 2 rumus orang besar hari ini dan hari kemaren menjadi orang besar.

Pertama orang besar itu sebelumnya pernah tinggal dan diddidik oleh orang besar dizamannya. Tidak mengherankan budaya orang tua terdahulu menitipkan anaknya ke orang besar dengan harapan menjadi orang besar kelak.

Dan dalam cerita nabi yusuf as. Yang diadopsi oleh penguasa mesir padawaktu itu, dan akhirnya menjadi wazir mesir dan menguasainya. Lihatlah musa as. Yang hidup dengan fir’aun, dan nabi Muhammad saw. Yang dibesarkan oleh kakek dan pamannya yang mereka adalah orang yang diperhitungkan dalam perpolitikan dan perdagangan. Dan tentunya para nabi ini dan semua nabi gaulnya sama Allah swt. yang maha besar. Dan menjadi keniscayaan bagi mereka menjadi orang besar.

Bang ham melanjutkan kutipannya dengan mencontohkan SBY yang sebelum menjadi orang besar beliau juga pernah menjadi ajudan presiden .

Termasuk presiden pertama Indonesia, Soekarno. Yang hebat dan besar dengan pidato-pidatonya yang memukau dan mantap dalam retorikanya masyarakat Indonesia dan dunia yang pernah mendengarkan pidato-pidatonya. Karena sebelumnya bung Karno telah mempelajari pidato dan berguru bersama Cokroaminoto salah seorang tokoh besar Indonesia, yang juga hebat dalam pidato dan propaganda.

Seorang besar pastilah memiliki sosok dibalik kebesarannya, karena memang tidak dapat terjadi dengan “bim salabim jadi apa prok.. prok” hanya dengan kekerlip mata kecuali dengan “kun fayakun” tapi dengan semua kebaikan orang yang kita namai mereka GURU.

Siapa guru dibalik kehebatan dan kebesaran anda?

Orang Besar, Besar Dengan Menantang Orang Besar
Bang Ham mengutip dari ustadz Harjani Hefni tentang cara orang didunia ini menjadi orang besar selanjutnya adalah, orang-orang besar, besar karena menantang orang besar.

Lihatlah bagaimana cerita para Nabi as. Yang menantang banyak tokoh-tokoh besar yang hidup se-zaman dengannya. Nabi Ibrahim as. menentang kezaliman raja Namrud, Nabi Musa as. Yang menantang bapang angkatnya, Fir’aun. Nabi Sulaiman as. yang menantang Ratu Bilqis. Sampai ke Nabi Muhammad saw. Yang menantang orang-orang kafir quraisy yang waktu itu berkuasa. Dan masih banyak lagi dalam siroh kita menemukan tokoh-tokoh besar yang besar karena menantang orang-orang besar.

Selain para Nabi, semua orang besar juga yang menantang orang besar yang kontra dengan mereka. Sampai hari ini yang kita kenang dan dikenang orang tentang kebesaran seorang Soekarno presiden pertama Indonesia yang menantang PBB dengan keluar dari PBB dan memplopori gerakan NonBlok bersama pemimpin Negara-negara lainnya.

Lihatlah bagaiman Ahmad Dinejad presiden Iran yang berani menantang Amerika Negara super power dunia dengan tidak menghentikan penggunaan dan kepemilikan nuklir dan senjata nuklirnya. Yang menjadikan Ahmad dinejad menjadi perhatian dunia dan dicintai masyarakatnya.

Kalau diIndonesia baru-baru ini sekitar setahun belakang ini, ada juga orang besar dari pencapaian dan geraknya di dalam kepemimpinannya di perusahaan Negara nomer 2. Ya! Dialah Dahlan Iskan yang melakukan banyak terobosan-terobosan di PLN (Perusahaan Listrik Negara) yang dulu sering masyarakat menyebut PLN sebagai Perusahaan Lilin Negara, karena sering terjadi mati listrik bergilir.

Permasalahan yang menjadi crusial selama 60 tahun itu mampu diselesaikannya nyaris kurang dari 2 tahun! Dialah pemimpin atau Dirut PLN yang berani menantang semua kepala daerah yang mempersulitnya dengan birokrasi untuk menyambungkan listrik dikota dan dikabupaten tersebut.

Maka Dahlan Iskan dengan tegas dan berani, Ia akan memutuskan aliran listrik rumah dan kantor kepala daerah yang mempersulitnya dalam memperlua jaringan listrik yang waktu itu masih jutaan yang belum mendapatkan sambungan listrik.

Bagaimana dengan kita?
Ya! Bagaimana dengan kita? Apakah akan mengambil jalanorang-orang besar yang memilih hidup dengan orang besar dan menantang orang besar? Jika anda bertipe pemain aman, untuk menjadi orang besar dengan dua syarat diatas pastinya akan sulit!

Namun jika anda adalah ber-tipe pemain hebat, pastilah anda akan menempuh dua syarat orang besar diatas!

Thanks to; Allah swt, Bang Ham dengan penuturannya yang membuat penulis menggali sedikit lebih dalam mengenai rumus orang besar. Dan tentunya kepada Ustad Harjani Hefni untuk inspirasinya. Semoga Allah balas dengan sebaik-baiknya kebaikan. Aamiin.

Untuk tulisan saya yang lainnya teman-teman bias Kunjungi juga blog saya di; http://ridhopsi.blogspot.com

 ·  · 

2 komentar:

Tanto mengatakan...

Orang besar tak akan ada kata menyerah. Sekalipun dia jatuh, dia akan terus berlari dan akan menyelesaikan pertandingan, sekalipun tak ada tepukan dari penonton.

Psikologi Untuk Kita mengatakan...

yang terpenting dia percaya Allah bersamanya dan senantiasa membantu usahanya

Poskan Komentar

 
;