Minggu, 27 November 2011

ke-Galau-an Jiwa demi Jiwa


By. Ridho Hudayana

Di sela-sela perjalanan berbalut harapan
Selalu menjaga dialog jiwa dengan jiwa
Bertanya dengan hal yang fundamental
Tak pernah ada yang bertanya itu sebelumnya
Tak juga yang mengenali sisi ini sebelumnya

Kutapakkan kaki dijalan hampa dan sepi penghuni
lirih terdengar suara yang semakin kabur kudengar
meski terlihat ramai kelihatan kasad mata
dimana kesibukkan yang menggelora itu
dimana suara yang keras memecahkan telinga itu

ku berdiri di kesunyian orang-orang memadati antrean
ku berdiskusi dengan orang-orang yang bisu kesadaran
ku mendengar banyak bersuara tapi terkungkung rantai
ku menjelajah orang yang mudah tergeerus zaman
tak kuat menantang badai, tak kuat tertempa gelombang
karna mereka hanyalah buih di lautan tak bertepi

galau terasa, tanpa sadar merusak jiwa demi jiwa
menggugurkan kemulian demi kemuliaan jiwa
memberi cahaya tapi tak ada yang mau menerima
karena bak bola api yang dipegang supaya terang
tapi tak mudah menahan panasnya bara yang membakar
tapi tak semua mau ter-cahayakan walaupun ingin

sungguh tak ada yang mau mendiamkan diri dalam bara api
seperti tak akan ada onta yang mau untuk masuk ke lobang semut
pasti bentuk takkan lagi berbentuk, hancur dan memilukan

hanya harapan mencerahkan jiwa demi jiwa yang berharap
hanya tekad yang menguatkan jiwa demii jiwa yang bertindak
hanya kemuliaan yang meninggikan jiwa demi jiwa yang bercahaya
hanya kebesaran yang membesarkan jiwa demi jiwa yang berkuasa
demi tegak dien Almulk yang penuh harapan, tekad, kemuliaan dan kebesaran
yang akan melahirkan kekuatan total menuju Kehidupan Jiwa tak Pernah Mati!

http://ridhopsi.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;