Senin, 10 Oktober 2011

“Yes Sir!” (Disiplin)


SBS Knowledge Management
4 Kunci Sukses Genius Part 3
Yes Sir!” (Disiplin)

Ta'at dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). apabila Telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). tetapi Jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Q.S. Muhammad; 21)

Taat adalah bukti yang kuat bagi kita beriman sebagai komitmen pada tauhid yang menjadi prinsip dalam kehidupan kita setiap harinya.

Dapat saya katakan ketaatan adalah bukti yang jelas dalam mengetahui kondisi keimanan atau komitmennya pada Islam. yang Allah nyatakan dalam surah diatas  “tetapi Jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

Maka berfungsinya tauhid dalam prinsip kehidupan adalah ketika komitmen keimanan itu kuat dengan kedisiplinan kita dalam mentaati semua perintah dan larangan-Nya

Teka-Teki Berhadiah Kunci Ke-3
“jika anda memiliki ini, cepat atau lambat anda pasti sukses!”
Pada malam itu, diskusi kami pun kembali digelar untuk membahas dan mendiagnostik diri, apakah kita sudah atau belum sukses selama ini.

Sebagaimana 2 malam seblumnya sudah kita membahas 2 kunci sukses yang harus kita miliki dalam kehidupan pribadi yang akan terlihat dalam kesuksesan di pekerjaan besar kita di SBS.

Dimana setelah kita memiliki prinsip, maka prinsip itu harus dijaga dengan komitmen yang memastikan prinsip itu akan berlangusng secara terus menerus.

Bang Yun, kembali membuka diskusi kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita antusias dalam memberikan jawaban yang dilontarkan bang Yun yang rasa-rasanya melontar kita dengan sejuta pertanyaan.
Pertama bang Yun membuka diskusi malam kita dengan memberikan study cases mengenai aktivis mahasiswa yang memiliki banyak organisasi, namun tidak satu pun organisasinya yang ia geluti itu mencapai kesuksesan, baik yang bersifat pribadi maupun kelompok.

Padahal, aktivis itu memiliki prinsip dan komitmen dalam setiap organisasi yang ia geluti. Kami dengan enteng dan secara maraton menjawab, “kurang fokus, gak bisa mengatur waktu, tidak bisa mengatur prioritas,” dan lain sebagainya.

Namun bang Yun masih menilai jawaban kami masih belum tepat, dan kembali mengarahkan jawaban itu dengan langsung menjadikan kita objek dari contoh kasusnya, disebutlah seorang teman saya disebelah, bang Yun berkata, Sifulan itu sebenarnya dari prinsip sukses yang pertama dan kedua yaitu prinsip dan komitmen dia sudah memiliki.

Namun sifulan ini kenyataannya masih belum dikatakan sukses di SBS, dan di tempat yang lainnya. Sehingga tak jarang sifulan ini di SBS sering mendapatkan “Sinfullcard”(kartu penuh dosa, yang diberikan kepada orang yang melakukan kesalahan dalam bekerja di SBS, dengan konsekuensi pemotongan gaji).

Selanjutnya bang Yun memberikan clue nya lagi. “Pelanggaran terhadap kunci ini yang sering  membuat marah saya dan membuat saya terlihat keras dengan hukuman, padahal saya sebenarnya sangat menyayangkan hal itu terjadi, karena melihat kapasitas dan karir anda semuanya, sebetulnya pemberian Sin full card itu tidaklah perlu”.

Dan kami pun semakin penasaran, karena yang menjadi kasusnya itu adalah diri kami sendiri. Kami pun menghujani bang Yun dengan jawaban-jawaban, “kurang memahami SOP (Standard Operational Procedure), tidak memahami dan memperhatikan KPI (Key Performance Indicators), tidak fokus, menejerial yang lemah, kurang konisten.

Bang Yun berkata, “hmm.. konsisten hampir mendekati, ayo sedikit lagi” dan akhirnya teman saya menjawab, “kita kurang disipin ya bang?” “ya betul sekali, karena kediiplinanlah membuat saya sering marah dan memberikan anda semua sinfull”

Bang Yun kembali menyambungkan kedisiplinan dengan kasus aktivis yang secara prinsip dan komitmennya baik dan ciri umum mereka aktiv di berbagai organisasi dan kepanitiaan. Dan tidak jarang mereka kurang “sukses” di semua organisasi yang di gelutinya itu.

Jawabannyapun sama, ya! Karena mereka aktivis yang kurang “sukses” itu tidak disiplin dengan waktu. Yang tak jarang ditemui telat ketika janji untuk bertemu atau dalam rapat, sering kali telat, dan erkadang secara sengaja atau tidak, melupakan janjian keemu atau agenda dengan alasan banyak agenda yang lainnya.
Dalam diskusi kami, hal-hal iu dapat diatasi dengan pengaturan jadwal dan straegi secara detail untuk sepenuhnya menepati waktu rapat, janji ketemu dan mem-fix kan semua jadwal yang akan dihadiri.

My Best Practice
Tiada prestasi tanpa kedisiplinan (A’a Gym)
Kata-kata A’a Gym ini adalah kata-kata yang sangat menginspirasi dan saya gemari pada waktu SMA, hingga saya jadikan salah satu motto hidup. menurut saya yang akan menjadi kunci kesuksesan saya ketika belajar di SMA.

Ternyaa benar, saya merasakan saya sukses menyeimbangkan semua aktivitas saya yang bisa dikatakan anak SMA dengan segepok kegiatan. Pada waktu itu, setiap hari saya berangkat jam 6 pagi dari rumah dan kembali ke rumah jam 7 malam. Namun saya bukan study oriented yang menghabisakan belajar saya di sekolah

Tapi saya habiskan waktu dari pulang sekolah sampai malam itu dengan kegiatan-kegiatan di organisasi.
Di beberapa organisasi yang saya geluti ada nasyid bersama beberapa teman seperti Ishak, Tri, Arbi,Yudi, dan yang lainnya. Di MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) saya juga berpartner dengan teman-teman di OSIS menjalankan orgnisasi.

Lingkar Siswa Khatulistiwa(LSK) bersama pak widodo, fakhrul, Kanada, Meri, Astri, dan dengan yang lainnya. Di Organisasi Kepenulisan, saya memilih bergabung di majalah Sang Bintang bersama bang Yunsirno, Arbi, Ishak, dan beberpa teman lainnya.

Didalamnya baik saya sebagai leader-nya atau sebagai follower, saya senantiasa mengefektifkan organisasi itu dengan membangun budaya disiplin waktu dan apa yang menjadi tugas saya di organisasi itu dikerjakan sesuai dengan yang harus dikerjakan.

Karena organisasi bagi saya tempat belajar sesungguhnya, adalah di Organisasi yang selama ini saya ikuti. Organisasilah memberi saya semangat untuk belajar lebih dan lebih, serta berani intuk bermimpi lebih besar lagi.

Dengan berbekal motto hidup tiada prestasi tanpa kedisiplinan, saya menjadi 2 kali lipat menikmati pengalaman belajar di Sekolah dulu. Dan seperti motto tersebut sayapun tidak jarang menjadi juara kelas karena saya aktif di organisasi dan berdisiplin dengannya.

Dan menjadi tolak ukur bagi saya, ketika prestasi saya menurun, maka saya tengah mendapati diri saya 
kurang disiplin dalam mengikuti organisasi yang saya geluti itu semua.

Maka ambillah disiplin itu jika kita semua ingin menjadi pemenang setiap hari!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;