Jumat, 06 Mei 2011

Native Speaker Minded. Hari Gini???

#SBS Knowledge Management
By Ridho Hudayana

A Nostalgia
Ketika saat kali pertama saya membuka cabang Sang Bintang School di Malang. Dengan meminang 2 soulmate saya erik dan Iqbal, untuk menjadi instruktur dan sekretaris cabang. Sekaligus kami juga semua adalah marketing program, yang membuat kami lebih agressive, untuk itu kami berusaha menembus penawaran kelembaga-lembaga, dari lembaga mahasiswa dan siswa, hingga ke lembaga sekolah, kampus, dan instansi pemerintahanpun kami tawarkan. Dengan modal percaya pada abang kesayangan saya (ban Yunsirno), saya pun mencoba meyakinkan bro erik dan bro iqbal untuk membantu marketing juga.

Perlu diketahui di malang adalah kota pendidikan yang cukup diperhitungkan dengan fasilitas penddikan berbintang 4 lah ya, jadi hampir semua lembaga kursus bahasa inggris di Malang memiliki native speaker dari luar negeri, ada yang dari ausi, amrik, dan lainnya deh. Dan asumsinya ketika ingin kursus memiliki nama dan berkualitas ya harus punya native gt loch.. ya lumayan tuh buat lembaga kursus naikin tarif kursusnya.


Pendek cerita ketika saya berjibaku dalam marketing dengan banyak calon konsumen yang banyak bertanya kalau ditawari dan dijelaskan tentan program 6 minggu bisa adalah, “mas native spekernya siapa? Dan dari mana?” Dalam hati saya, penting nggak se? namun saya menjawab denan cukup spontan “bu/mbak/mas/pak, kita disini tidak menggunakan native speaker, karena dari pengalaman untuk sisi ilmu berbahasa inggris orang kita (orang Indonesia) tidak kalah, bahkan jika kita mendengar ketika orang indonesia berbicara bahasa inggris hampir lebih fasih dari orang inggris atau yang lainnya. Orang yan mendengarkan alasan sederhana saya itu, tak sedikit diantara mereka yan meng-iyakannya.

A Statement  from Prof. Dr. H. Bambang Marsono, MA, MSc, MM, PhD (Tokoh Pendidikan)
Inilah kutipan dari pernyataan dari Prof. Dr. H. Bambang Marsono, MA, MSc, MM, PhD dari majalah Tarbawi 21 April 2011, sebagai berikut;

Orang indonesia masih native speaker minded, padahal kan tidak semua native bisa mengajarkan bahasa inggris, sulit membayangkan para native itu guru profesional, wong di eropa saja mereka kesulitan mencari guru kok. Memang kita kuat membayar mereka berapa? Akhirnya kan yang datang kesini, siapa saja, bisa dijadikan native speaker di kursus-kursus.Ini belum lagi ekses prilaku mereka yang permissive, dan sebagainya. Tidak ada teorinya, belajar dengan native speaker terus ilmunya akan gerojok(menggelontor) ke murid. Kedua ketika ditanya buat apa belajar bahasa inggris, jawaban Mereka pada umumnya, karena bahasa Internasional? Lalu apa pentingnya? Kenapa tidak belajar bahasa internasional lainnya, seperti prancis atau Arab? Nah kita harus kembali pada ramalannya John Naisbit. Bahwa bahasa inggris telah dan akan tetap menjadi bahasa ilmu pengetahuan, teknologi dan perdagangan. Ini mestinya yan harus dipahami. Jadi kalau kita mau berdagang, mau belajar, ya mutlak belajar bahasa inggris. Kenapa bangsa ini kalah? Kita kalah karena bahasa. Kita nggak bisa baca buku. Memang banyak buku yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. tapi anda bisa pusing kalau membacanya. Gimana gak pusing, buku kedokteran yang nerjemahin anak sospol, misalnya. Jadi kita memang harus membaca buku dalam bahasa aslinya.

Kutipan yang memperkuat pendapat saya diawal me-marketingkan program 6 Minggu Bisa ini sangan rasional dan jika anda belum percaya, cobalah anda uji native speaker yang berkelian di bumi Nusantara ini. Uji ilmu bahasa inggrisnya. Dan evaluasilah apakah memang didikannya juga memiliki kualitas yang baik.

Ssstt..
Karenanya ketika kita masih native speaker minded, sulit rasanya ketika kita sudah bisa bahasa inggris mampu meningkatkan kepercayaan diri kita lebih baik dari orang inggris dan eropa itu. Padahal lihatlah anak-anak negeri ini banyak mereka yang sudah menjangkau kejeniusan diatas orang inggris atau orang eropa itu. Pertanyaannya apakah anda masih native speaker minded?

2 komentar:

alkautsar mengatakan...

hehehe....dahsyat bang...
sama apa yg saya lakukan saat ini...
marketing...saya percaya aja sama mr suntoyo n mr yunsirno yg pernah datang ke lubuklinggau

alkautsar mengatakan...

hari ini promosi ke sekolah2 sempat ketika marketing di salah satu sekolah SMA swasta, yg dimana di situ staf gurunya di ambil yg paling baik. ketika menghadap kepala sekolah. kebetulan dia pengajar di bidang bahasa inggris juga...
" saya penasaran dengan ini 6 MINGGU BISA. Metode apa yag dia pakai. saya selama 3 tahun saja masih blm bisa menguasai. Tolong kalo bisa hadirkan beliau ( bang Yun) ke sini ( Lubuklinggau). saya sangat penasaran ."

melihat gelarnya kayaknya dia s2,..
jadi kami modal percaya saja....
ya pak .,..nanti kami hadirkan...dan pastikan banyak yg gabung ke SBS ya pak..

Poskan Komentar

 
;